Menikmati Tegukan Kecil Budaya Tari Korea

Salam Budaya!

Sore ini saya tengah diberi rejeki oleh Allah. Saya bisa ketemu lagi dengan beberapa rekan yang lama saya rindukan. Di bahasa saya berbudaya itu salah satunya adalah menjalin silaturahmi. Menemukan lagi tali yang ujung dan pangkalnya kadang tak bisa bertaut karena kesibukan, kepedulian pada diri sendiri, belum terlalu sanggup memaknai diri kita sendiri, atau cuman karena alasan klasik yaitu malas.

Padahal budaya kita sendiri yang mengajarkan hidup bertetangga, tidak melupakan teman dan saudara, selalu menghormati orang yang lebih tua. Cuma seperti yang saya kemukakan tadi, kadang di Jakarta yang sudah serba maunya tak banjir ini, semuanya harus lebih jelas, tanpa basa basi, ketemu hanya ada pentingnya saja.

Siang ini saya tak berniat demikian. Ada dua hal yang mau saya tangkap dan gabungkan hari ini. Saya mau ketemu dengan Mbak Luluk (aslinya beliaunya ini ulang tahun beberapa hari yang lalu dan saya todong dia traktir, lagi-lagi salah satu bentuk budaya kita) dan juga undangan oleh BLOMIL (Blogger Mungil) bersama Mbak Rey untuk menghadiri A Thousand Years of Movement (yang sebelumnya saya belum tahu acaranya apa dan bagaimana).

Akhirnya kita putuskan untuk nonton bersama dan menyaksikan pertunjukkan yang belum pernah kita tonton.



Dari Kiri ke Kanan: Mbak Rey, Mbak Luluk dan Saya yang tersenyum karena ada dua traktiran. 



Acara yang bakal kami tonton di agak sorean 

Obrolan, gossip, saling tukar info dan menikmati makanan sudah kita lewati, minimal buat pengisi perut untuk cadangan seandainya kita lapar menuju ke acara berikutnya di lantai 12 - Ciputra Artpreneur - Ciputra World (Lotte Avenue). 

Mbak Lulu berbisik perlahan, "Ini pertunjukan Tari".

Sebagian besar diri saya berteriak, "Ndeso!", sambil terkekeh, karena memang baru kali ini saya melihat pertunjukan tari di tempat yang sebagus ini. Lantai 11 dan 12 dari gedung Ciputra World telah disulap menjadi tempat bertemunya budaya, dari ruang pamer yang sangat memadai dan juga gedung pertunjukkan yang telah beberapa kali saksikan mempunyai desain dan rancangan akustik yang benar benar wah.



Ruang Pamer 



Ruang Teater yang wah dengan Rancangan Akustik yang memadai 



Tiket dan Brosur

Saya siap untuk menyaksikan pertunjukan tari sore hari ini. Karena tiket sudah aman di tangan. 

Ternyata acara ini diselenggarakan oleh Jeju Culture and Art Centre diprakarsai oleh Korean Cultural Center dan diorganisasi oleh Yes24Ent Indonesia

Jeju Provicial Dance Company adalah salah satu delegasi budaya untuk memperkenalkan dan membuat globalisasi seni budaya di Jeju. Lebih dari 700 pertunjukan artistik telah mereka persembahkan dan Jeju menjadi salah satu penampilan terbaik.

Wah. Speechless.

Ternyata salah satu cara untuk mempromosikan budaya secara maksimal di Korea tidak hanya lewat musik dan film mereka yang selalu booming di Indonesia dan dunia. Tapi tari tidak segan untuk dijadikan komoditas budaya yang telah mendunia.

Mari kita nikmati saja pertunjukan ini dengan kursi empuk dan pencahayaan bagus.

Oke. Secara keseluruhan pertunjukan kali ini menampilkan total 9 tarian. Secara urut dan hampir tanpa jeda dan didukung oleh sound yang empuk dan pencahayaan sederhana tapi dramatis, seluruh penampilan mengalir begitu indah dan semua penonton berdecak dan bertepuktangan dengan keseragaman detail gerak dan seragam mereka yang warna warni.

Ke sembilan tarian itu adalah
  • A Reign of Peace 
  • Abakmu Dance 
  • Korean Circle Dance 
  • Mokgwan Hulryeongmu Dance 
  • Kyung Go 
  • Gapdori & Gapsuni 
  • Jeju Nori 
  • Parrot Dance 
  • Cheoyongmu Dance 
  • Woman Diver Dance 
  • Drum Dance & Small Drum Play 


A Reign of Peace

Tarian Istana kerajaan tradisional yang menginginkan pemerintahan yang damai bagi bangsa dan menggambarkan keindahan dan keanggunan Korea. 



Woman Diver Dance

Tarian Penyelam Wanita yang Jeju-do yang ditunjuk sebagai Warisan Budaya Dunia (UNESCO) dan dibuat berdasarkan lagu rakyat Jeju. 



Gapdori & Gapsuni

Salah Satu Tarian yang disambut penuh gelak tawa oleh penonton, Karena aksi teatrikal penarinya yang menggambarkan cinta. 




Parrot Dance

Mengekspresikan Burung Beo yang berkicau, mematuk dan bergerak dan berkelompok 

Hampir semua dibawakan secara kontemporer dengan paduan musik yang rancak sehingga penonton akan merasa mengikuti pertunjukkan yang membangkitkan semangat. 

Panggung tertutup.

Lampu ruangan kembali bersinar. Orang berdiri dan standing applause.

Apa bedanya Saya tadi siang yang makan bersama dan setelah nonton pertunjukan tari ini?

Sama sama kenyang dan terisi. Yang satu oleh makanan dan cerita hangat teman. Yang ini pengetahuan dan apresiasi budaya Saya akan Korea termuat dengan baik. Betapa Korea, seperti bangsa besar lainnya punya budaya yang sangat kuno dan tertampilkan dengan baik lewat tari-tariannya.

Di dunia yang terus berkembang dengan segala kemajuan jaman dan teknologinya ini, kita, saya, diharapkan terus menerus mengingat bahwa budaya adalah cara kita bernalar secara beradab melalui karya cipta, rasa dan karsa dari suatu masyarakat.

Dengan berbudaya kita diharapkan mau dan mampu membangun dan mengasah akal budi kita untuk tetap memegang teguh agama yang kita anut, tradisi positif yang telah turun temurun ada dan terus memperjuangkan hingga kita bisa bertahan di dunia yang secarut marut apapun.

Terima kasih telah diizinkan menikmati budaya itu hari ini.

Sudahkah Anda berbudaya?

Salam Budaya!








Komentar