Himbauan Hidup Tanpa Merokok Tanpa Mengajak Ribut

Stress - Asal dan Penawarnya!


Stress.

Salam Budaya!

Hmm Stress itu sebenarnya mahluk apa ya?

Menurut Wikipedia yang sering membantu saya. 

Stress adalah:
A biological term which refers to the consequences of the failure of a human or animal body to respond appropriately to emotional or physical threats to the organism, whether actual or imagined.

Suatu istilah dalam biologi yang merujuk pada suatu konsekuen dari kegagalan tubuh manusia atau hewan dalam merespon dengan tepat pada ancaman diri baik secara emosi atau fisik terhadap sesuatu yang nyata atau bahkan atau hanya bahkan bayangan.

Pengen Nyobek Nyobek Rasanya
Setelah melakukan riset pada beberapa orang dan menganalisanya, akhirnya Saya berani mengajukan beberapa teori awal penyebab kenapa orang mendapatkan stress.

Kebanyakan mereka dikategorikan berdasarkan 3 urutan stress, yang anehnya, nanti juga akan menjadi jawaban atau penawar bagi stress itu sendiri.

Who (Siapa?)

Orang yang terkena stress selalu dimulai dengan dirinya yang ternyata tidak mengenal akan dirinya sendiri. Orang stress mulai merasakan apa yang biasa dia lakukan, respon atau efeknya ternyata tidak sama seperti yang sehari – harinya dulu ia rasakan. Bahkan rutinitas menjadi hal yang kian membingungkan. 

What (Apa?)

Orang pada tahap selanjutnya bila terkena stress makin tidak tahu dengan apa yang dia inginkan dan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Di masa ini, pertanyaan WHY (kenapa?) dan WHERE (dimana?) menjadi kian membingungkan karena si penderita akan semakin merasa tidak paham dengan keadaan dirinya sendiri. 

How (Kenapa?)

Di tahap ini sang penderita mulai kebingungan bagaimana cara mengurangi penderitaan dan menyembuhkan dirinya sendiri. Karena bahkan obat yang ditelannya takkan menyembuhkan pusing dan peningnya kepala. Lalu bagaimana ini?



Ternyata penawar stress itupun jawabannya sama dengan kategori di atas. Cuma menurut Saya penawar ini haruslah dijalankan secara logis dan perlahan, dimulai dari sesuatu yang kecil dan sederhana. Karena dengan cara beginilah secara otomatis masalah yang lebih besar akan lebih mudah teratasi sendiri karena sudah terbiasa. Tentu saja besar dan kecilnya stress sampai saat ini belum ada pengukurnya karena setiap orang punya beban, pikiran dan pengendali diri sendiri berdasarkan pengalaman dan tingkat keimanannya.

Obatnya akan saya jelaskan dengan ilustrasi, biar secara awam dan mudah untuk Anda mengerti.

Obatnya Stress adalah

Who (Siapa?)

Who I Am (Kenali diri sendiri)

Berbicaralah secara jujur baik pada Anda sendiri, teman terdekat, atau pasangan Anda, saudara Anda untuk lebih mengenal diri sendiri. Sekali lagi mulailah dengan hal – hal tersederhana, apapun dan apa saja yang terlintas di pikiran Anda. (Hal ini menjadi logis karena sampai saat ini tak ada orang yang tahu pasti apa sebenarnya penyebab stress terawal yang bisa terdeteksi)

Ilustrasi cara bercerita diri sendiri.

"Saya sudah bekerja dan menikah. Entah kenapa Saya stress. Tapi kalau disuruh cerita, ya. Saya itu orangnya baik. Senang humor. Senang makan. Oh ya. Sampai gendut begini. Saya suka sekali makan. Saya senang kalau saya bisa mencicipi suatu makanan yang belum pernah saya rasakan. Saya penasaran kalau saya belum pergi ke restoran yang orang bilang enak. Seru rasanya bisa melakukan hal itu. Apalagi kalau makan dengan teman – teman. Rame. Asyik. Bisa ketawa-tawa. Dan bisa ngecengin (bisa saling ejek) dan lain – lain. Tapi sayang ya sekarang gak bisa gitu lagi. Karena semua sibuk. Kerja kerja dan kerja."

(Perhatikan bagaimana Anda/sang Klien mulai menceritakan siapa sebenarnya dia, apa yang dia inginkan dan apa yang tidak dia dapatkan sehingga membuat dia stress dengan skala kecil)

What (Apa?)

What I Want (Kenali keinginan)

(Ilustrasi lagi)

"Saya pengen ngajak temen - temen makan bareng. Saya pengen seperti dulu lagi. Ngobrol bareng. Makan bareng. Sekarang mah susah. Kita semua sudah kerja. Sudah menikah. Sudah punya anak. Susah ketemunya. Pada sibuk – sibuk semua. Kerja juga makin banyak. Tiap hari liatnya cuman kertas doang!."

Stress!

(Perhatikan bagaimana orang ini akhirnya mengakui dan mengatakan sumber stressnya)

How (Kenapa?)

How I Get That (Kenali cara Anda mendapatkannya)

Di kategori ini penawaran obat harus dilakukan secara hati – hati. Karena, walaupun semua penyakit ada obatnya, semua pertanyaan ada jawabannya, semua masalah ada solusinya, tidak semua penawar akan mampu serta merta menyembuhkan stress atau menyelesaikan masalah. Tapi dengan niatan yang ada saja, secara otomatis telah membantu mengurangi beban hingga 70 persen.


Contoh kemungkinan penawaran pengobatan diri (menenangkan stress sendiri untuk kasus seperti di atas)

Baiklah Saya akan mencoba menawarkan ke teman – teman Sabtu depan untuk makan – makan bareng di tempat biasanya, minimal Saya ketemu mereka dan melepas kebosanan.

Baiklah Saya akan coba undang teman – teman untuk makan di rumah Saya, mereka belum tahu kalau masakan istri Saya itu enaknya kayak hasil masakan koki internasional

Baiklah Saya akan coba undang teman – teman dan istrinya, kita akan bikin pesta kebun di salah satu rumah teman yang lebar, kita bakar sate dan ngopi ngopi cantik sambil cerita – cerita konyol

Baiklah kalau ternyata mereka masih sibuk, Saya akan ajak istri dan anak – anak minggu depan, nonton film kartun di bioskop dan makan bersama di warung pinggir jalan


Orang pintar adalah orang yang tahu siapa dirinya, apa mau dan tujuanya dan bagaimana cara mendapatkannya. Orang pintarlah sebenarnya adalah resiko penderita stress tingkat tinggi. 
Tapi sepengetahuan Saya banyak mereka juga baik – baik saja saja tuh!



Atau jangan-jangan Anda salah satu dari mereka yang mengalami stress?

Semoga saja tidak. Jangan lupa untuk tetap berdoa yaaa. Aaamiiiin.

Salam Budaya!

Komentar