Sejuta Kuliner Nikmat Jember - Bagian Empat


Salam Budaya!



Don't it always seem to go that you don't know what you've got 'til it's--

Don't it always seem to go that you don't know what you've got 'til it's--

Don't it always seem to go that you don't know what you've got 'til it's--

You don't know what you've got 'til it's--
Gone

Intinya sih begini, Mbak Janet Jackson di atas menyanyikan lagu yang berjudul "You Don't Know What You've Got 'Til It's Gone", secara bahasa kaku terjemahannya berarti "Kamu itu Gak Sadar dengan Apa yang Kamu Miliki Setelah yang Kamu Miliki itu Hilang".
Bersyukur. Kita kadang (ada kemungkinan selalu) akan menjadi orang yang baru sadar, baru merasa kangen, rindu, kehilangan akan sesuatu kalau memang kita lama tak memilikinya.
Begitu juga kuliner di Jember. Bagi Saya, orang Jember, menikmati masakan atau jajanan yang dijual di Jember adalah hal yang biasa dan tak menjadi suatu keanehan. Tapi awas saja, kalau Anda harus menetap di luar kota, pulau bahkan di luar negeri. Tahu rasa kalau kita tiba-tiba kangen makanan atau kudapan yang murah meriah yang ada di kota asal. Duh rasanya lebih galau ketimbang ditendang sama mantan.
Fiuh.
Eh ini beneran lho. Nggak abal - abal. Mungkin sebagian orang belum pernah merasakan. Atau Saya menerima sedikit cibiran dari sesama orang Jember saat Saya sedikit demi sedikit mengabadikan moment Saya jajan. Kata mereka, buat apa sih? Lha wong itu tiap hari ada kok di Jember. FYI, I'm doing this not for you, honey! (maaf, Saya kalau sebal, level bahasa Inggris Saya naik setengah). Saya melakukan sebagai rasa kebersyukuran dan pengakuan tolol kalau selama ini Saya sering mengabaikan betapa beruntungnya Saya hidup di Jember yang dengan gampang menikmati Sejuta Kuliner Nikmatnya.
Efeknya memang Amazing!. Setelah Saya unggah di akun Facebook dan Instagram. Penikmat kuliner akan terpecah menjadi 3 bagian besar.
  • Orang Jember yang sudah jarang ke Jember yang akan berteriak - teriak penuh penyesalan dan ingin segera kembali untuk mencicipinya entah sempat atau tidak
  • Orang luar Jember yang akan mengerti jajanan apa yang tersedia di Jember dan
  • Orang Jember sendiri yang baru tahu kalau ada panganan itu di kotanya.
Paling tidak, beberapa tujuan Saya sudah tercapai. Yah, lebih dari sekedar iming - iming.
Jember dan makanannya telah menjadi destinasi wisata Jember, makanya sekarang Jember makin rame.

Hal ini sebenarnya belum begitu Saya niati. Cuma tersentuh pertama kali waktu Saya ketemu teman - teman SMP. Waktu nongkrong di depan Matahari Johar Plasa. Malam itu Saya coba bantu dan kasih suppor buat teman Saya, Puji, berjualan kaos di trotoar jalan.


Kebetulan malam minggu, kita seru - seruan. Saya beli Es Apokat (Alpukat) kesayangan di dekat situ dan Endah plus putrinya menawarkan Saya makanan ini.


Waduh. Hati Saya terguncang. Mungkin bagi kita orang Jember, sekali lagi. Tahu dengan bumbu colok Petis ini adalah hal yang biasa. Tahunya juga Tahu biasa. Lalu apakah petis itu. Waktu di Jakarta Saya jadi gagal paham, ternyata Tahunya tak seperti biasa, tak ada petis yang enak dan yang lebih mengerikan tak ada orang yang jualan lombok (rawit/cengek) dalam keadaan matang. Semuanya mentah jadi pahit atau tak gurih (apa ya rasa yang tepat, sampai sekarang Saya masih gagal paham menjelaskan kalau lombok itu punya rasa selain pedas)

Petis sendiri adalah salah satu jenis saus pekat, biasanya berwarna hitam yang diolah dari pindang ikan, kupang atau udang, ditambahi karamel gula batok hingga mengental dan manis.

sumber dari Wikipedia
Untuk orang yang tidak terbiasa atau tak suka ikan, Petis memang terasa dan bau amis. Petis ini menjadi pencampur rasa yang kuat untuk Rujak, Kupang Lontong, Tahu Campur, Tahu Petis, Lontong Cap Gomek (duh ngiler kan jadinya).

Jujur, Saya menulis ini pun dengan rasa yang luar biasa canggung. Karena, bagi kami, Masyarakat Jember, petis tak perlu diintro lagi. Hampir tiap siang, hanya dengan berbekal mangga atau belimbing muda, kita bisa membuat bumbu rujak hanya dengan mencampur petis dengan sedikit air panas dan meramunya dengan cabe rawit. Cuma, Saya juga sadar ternyata banyak orang tak tahu dan belum pernah mendengar apa petis itu. Bahkan begitu Saya bawa ke Jakarta. Beberapa teman yang jago masak pun, kebingungan dan sempat membiarkannya beberapa lama di kulkas karena tak tahu harus mengolahnya dengan apa dan bagaimana.


Dengan hanya 10 ribu rupiah, kita bisa menikmati Tahu bumbu petis ini dengan kenyang karena mendapat satu tas kresek. Untuk yang di Jember atau tahu Jember, kalian bisa mendapatkan setiap saat di mas mas lewat dengan gerobaknya atau di depan bioskop Kusuma (New Star Cinema sekarang).

Nah nah, nah.

Akhirnya Saya agak sedikit niat untuk mengabadikan dan memperkenalkan (dengan maksimal yang bisa saya laporkan). Saya kemana saja selama di Jember menikmati kuliner. Okay? Siap? Siapa tahu bisa dijadikan referensi teman - teman yang mau jalan - jalan ke Jember.

Persinggahan pertama.

1. Depot Coto Makassar Amalia

Sekali lagi sebenarnya Saya tak sengaja datang ke sini. Karena dibajak oleh teman Saya Nunung dan Maseko Yudhis, mereka awalnya berniatan meeting untuk reuni SMP 3 sedangkan Saya sendiri adalah alumni SMP 1. Tapi karena rayuan mereka cukup maut, dan tetap bernuansa makan - makan. Saya pun takluk dan turut.

Setelah pulang dari Makassar mencicipi makanan khasnya karena menang lomba blog Festival Jajanan Bango 2018, Saya 'agak' tahu sedikit beberapa masakan mereka dan beruntungnya di Jember sudah tersedia. Walaupun memang masih belum sepersis yang ada di sana paling tidak. Mbak Amalia sudah harus diacungi jempol karena usahanya mendekatkan lidah masyarakat Jember dengan lidah Makassar. Rasanya juga enak banget.

Depot ini ada di Perum Teratai Hill A12 atau Jl Teratai Gebang Tunggul - Jember (sekitar Samsat atau menuju ke Pemakaman Cina)

Menu yang sangat Mengundang


Saya hampir selalu mengunggulkan Es Pisang Ijo, karena Saya baru sadar kalau Pisang di Jember mempunya kualitas rasa yang tak tergantikan. Anda harus coba. Lumeeerr ...


Coto Makassar

2. Terang Bulan dan Pukis Madonna (asli Bangka)

Untuk hitungan, tahun ini dagangan yang orang Jakarta bilang Martabak Manis ini pas berumur 30 tahun. Kebetulan ini usaha teman dan sahabat Saya yang sudah Saya anggap saudara Saya sendiri. Keluarga dari Bapak Ludy memang baru pindah ke Jember di pertengahan tahun 1988, salah satu putranya Ludy Effendi alias Po Fen jadi teman Saya jalan kaki dari rumah menuju ke SMP 1. Hampir setiap sore Saya menemaninya berdagang. Kala itu masih mereka masih berdagang di dekat Toko Maju. Tapi kini mereka punya tempat sendiri di dekat Bakso Solo, deretan toko di depan Matahari Plasa (pas di depan Optik Melawai). Walaupun telah berlalu hingg 30 tahun, rasanya masih melekat di lidah. Yummy.



Terang Bulan sebelum dan sesudah ditabur Keju Susu Coklat. Hmmmm ...


Salah satu pembeda adalah Adonannya yang lembut dan kalau mau dibuat kering juga bisa untuk Terang Bulannya.

dengan harga 3 ribu rupiah per potong. Pukis tersedia dalam 4 rasa: Coklat, Mesis, Keju dan Pandan


3. Mie Apong Sampurna

Banyak berbagai Mie dijual di Jember. Tapi begitu Saya tinggal di Jakarta, ternyata bagi orang Jakarta Mie yang saya bayangkan tak pernah (jarang) Saya temui. Ada kemungkinan Saya masih merindukan Mie Pangsit dan Mie Jawa. Nah salah satu Mie Pangsit yang populer dan dicintai oleh Masyarakat Jember adalah Mie Apong. Saya dan salah satu teman yang dulu adalah penyiar radio yakni si Chika (alias Risky Nalandari) ingin sekali lagi mencoba mencicipi kenangan masa lalu kita dengan reuni menikmati mie yang berada di Jalan Kacapiring no 30 - Gebang Jember ini.

Ada sejak 1967
Berbagai pilihan di menu yang masih terjangkau


Mie ini memang menggoda dengan taburan ayam, daging, bawang goreng, pangsit basah, sayuran, seledri serta porsinya yang ternyata lumayan besar padahal kita pesan yang kecil. Wah enaknyaaa. Nggak bisa diceritakan secara langsung karena memang harus dicoba sendiri.


yang perlu dicoba juga adalah lumpia dan bakso keringnya sebagai teman. Waduh. Ini mah bikin Saya nulis ini sambil terus menerus menelan rasa kepengen yang bikin perut terus berontak. Lihat saja cabe hijaunya yang kita bisa rasakan kepedasannya. Hoaaaaaaah.

Yuk makan aja. Nggak usah banyak nulis hahahaha ...

4. Pangsit Mie Rama

Yang memang mampu menjadi pesaing mie barusan adalah Mie yang rasanya minta ampun ini. Waduh ini juga sepertinya telah bertahun - tahun exist di Jember, waktu Bapak masih hidup, 30 tahun lalu, mie ini sudah ada.


Tempatnya masih seperti itu dan ada di Jalan Diponegoro 28. Patokannya kalau sekarang di seberang hotel 88 (Dulu Hotel Mars). Tanya saja, semua orang sudah tahu.


Tidak cukup rasanya sepiring Saya menghabiskan. Ester, seorang teman Saya asal dari Ambulu yang juga sekarang menetap di Bogor, ingin dan sengaja mencicipi Mie ini. Sudah puluhan tahun rasanya dan memang rasanya masih enak bangets!


Untuk ukuran Jember, memang agak mahal sih. Tapi percaya, begitu Anda mencoba jangan salahkan kalau Anda pengen tambah dan tambah. Demi kenikmatan kan uang berapapun bisa Anda keluarkan hehehe

5. Orok - Orok


Okay, ini mungkin sedikit Out of Topic, tapi entahlah, yang jelas, keberadaan makanan ini membuat Saya juga merasa menyesal kenapa sekarang susah untuk mendapatkannya.

Ceritanya, kami hendak reuni SMP 1 di salah satu rumah teman kami, Sunarsih dengan salah satu ketentuannya, teman - teman boleh membawa masakan sendiri untuk nanti disumbang dan dimakan bersama - sama. Pertama, Endah ragu. Dia bilang kalau Saya mah hanya bisa bikin ini dan begitu penutup dibuka. Lemas seluruh dengkul Saya. Sudah bertahun - tahun rasanya Saya tak menikmati jajanan ini. Percayalah, kadang sekali lagi kita meremehkan apa yang kita miliki selama ini tapi begitu kita jarang menikmatinya, ada perasaan menyesal kenapa kita tak melestarikannya.

Saya tanya langsung pada Endah sang pembuat, ini namanya Orok - Orok yang terlintas di gambar adalah:

A. Ongol - ongol

salah satu makanan ringan tradisional di Daerah Jawa Barat, Indonesia. Bahannya antara lain terdiri dari tepung sagu aren kering (bahan utama), air, gula Jawa, daun pandan, kelapa dan garam. Pohon sagu merupakan tanaman yang tersebar di Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia, sagu sebagian besar terdapat di Papua. Selain Papua, sagu juga terdapat di Sumatra, khususnya Riau, Jawa Barat, dan Kepulauan Maluku. Jelas lah bahwa makanan Ongol-ongol ini adalah makanan khas daerah Jawa Barat karena didukung oleh ketersediaan bahan baku asli daerah tersebut.

B. Grandol (Urap Jagung Manis dengan taburan parutan kelapa)

Jagung yang telah dikukus dan diberi parutan kelapa muda. Ada yang mencampurnya dengan taburan gula pasir (yang senang manis) atau garam (bila ingin gurih atau asin). Urap Jagung ini di Jawa Barat bernama Gongsir alias Jagung Gula Pasir. 

C. Telo Ungu (Rebusan Ubi Ungu)


D. Lupis (MoHamKoi)
bentuknya segitiga, tetapi kadang karena sulit untuk membungkusnya, maka ada yang dibentuk bulat memanjang. Lupis dibuat dari beras ketan yang dimasak lalu dibungkus dengan daun pisang. Ia nanti ditemani dengan parutan kelapa dan saus gula merah (jawa) yang dikenal dengan Juruh.

Biasanya menurut, Endah lebih lanjut, jajanan ini secara utuh dibarengi bersama - sama dengan tiwul, sawut, latuk, ketan item, ketan putih, gatot, tawon - tawonan, ireng - ireng yang nantinya banyak digunakan di acara tingkepan (Upacara 7 bulanan), turun tanah dan untuk pertemuan keluarga.

Sumpah. Ngiler banget Saya. Jajan seperti ini zaman sekarang begitu susah untuk dicari dan dibuat.


Beruntunglah teman dan rekan yang ada di Jember bisa menikmati ini dengan mudah. Sekalian promosi bila teman atau handai taulan ingin memesan jajanan pasar hits ini bisa langsung menghubungi "Aprillia Catering Cake and Cookies" di nomor 0821 31211 403. Dijamin deh. Uuggggh. Unch Unch....



6. Bakso Magetan Cak Min

Nah kalau Bakso sebenarnya Saya sudah sangat kebingungan karena di Jember, Bakso bahkan bagi keluarga kami adalah makanan yang harus disantap setiap hari. Maksud hati ingin mampir di Bakso Samino tapi sayangnya masih tutup karena lebaran. Akhirnya kami mampir di Bakso Magetan Cak Min yang terdekat, yakni di jalan Kenanga nomor 85 - Gebang - Jember.

Bagi yang suka kuliner Bakso, tiada salahnya untuk mampir ke sini. Hangat - hangat, hujan - hujan memang enak menikmati bakso yang rasanya memukau.






Semua bakso Magetan sengaja tanpa Caption. Karena sudah bikin ngiler foto fotonya. Haraaaaaaaaaaaaah

7. Kupang Lontong dan Sate Kerang

Lagi - lagi Saya harus menjelaskan ke beberapa orang bahwa kami itu mengkonsumsi kupang bisa hampir tiap hari dan orang di Jakarta masih bertanya - tanya. Apa itu Kupang? Bagaimana rasanya?


Kupang ini juga Saya beli suatu sore kok, mas mas (abang - abang) lewat bawa gerobaknya kayak bakso. Jadi kalau di Jember, selain beberapa tempat, termasuk di gang kecil di depan Matahari Plasa. Kita bisa menikmati dan merasakan gurihnya kupang, pedasnya sambal petisnya (petis sudah Saya jelaskan di awal) plus lontong dan sate kerang yang menemaninya.

Sekali lagi Apa kupang itu?



Lontong kupang, disajikan dengan sate kerang
Lontong kupang atau kupang lontong adalah nama makanan khas daerah Jawa Timur. Makanan ini terkenal khususnya di daerah Surabaya, Sidoarjo dan Pasuruan. Di daerah pesisir timur Jawa Timur, lontong kupang yang terkenal adalah Kupang Keraton. Nama Keraton ini diambil dari suatu nama daerah atau suatu nama kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Sudah sejak lama penduduk daerah ini mencari dan berdagang kerang kupang. baik dijual mentah ataupun berupa kuliner ( lontong kupang ).

Masyarakat mempercayai apabila memakan lontong kupang sambil minum air degan atau dengan es batu yaitu es degan semua penyakit di dalam tubuh, manusia yang memakan itu pun menjadi sehat. Lontong kupang biasa disajikan dengan sate kerang dan minum air dengan disajikan bersama tempurung degan atau dengan gelas es degan.

Bahan utama yang digunakan adalah kupang putih (Corbula faba H), yaitu hewan laut semacam kerang bentuknya kecil sebesar antara biji beras dan biji kedelai. Kupang yang telah dikupas dan dimasak, ditambahkan lontong dan lentho, kemudian diberi kuah petis dan sedikit perasan jeruk nipis. Untuk menghidangkan biasanya dipadukan dengan sate kerang, serta minuman air kelapa muda atau degan.




Kupang juga memiliki sumber asam amino esensial yang baik. Kupang putih maupun kupang merah memiliki 17 asam amino, sedangkan dari 17 asam amino tersebut terkandung 10 macam asam amino esensial yang diperlukan untuk tubuh, antara lain : treonin, valin, metionin, isoleusin, leusin, fenilalanin, lisin, tripsin, histidin, dan arginin. Asam amino esensial tidak dapat dibentuk oleh tubuh manusia, tetapi harus didapat dari makanan sehari-hari.

Kandungan mikronutrien kupang yang bermanfaat bagi kesehatan yaitu Fe (zat besi) dan Zn (zinc/seng). Zat besi diperlukan dalam tubuh untuk pembentukan sel-sel darah merah, sedangkan Zinc merupakan komponen penting beberapa enzim untuk metabolisme dalam tubuh. Kupang juga mengandung asam-asam lemak yang dibutuhkan tubuh manusia. Kupang merah mengandung 8,97 LA (asam linoleat), 2,77% EPA (eikosapentanoat), 3,65% DHA (asam dokoheksanoat). Sedangkan kupang putih mengandung 12,31% LNA (asam linoleat), 6,52% EPA, dan 6,61 DHA. Asam lemak esensial omega-3 membentuk komponen yang melancarkan transportasi oksigen dan nutrisi makro (protein, lemak, dan karbrohidrat) ke dalam sel-sel tubuh sehingga dapat membantu pembuangan produk sisa metabolisme seperti karbondioksida dari sel, sedangkan EPA sangat efektif mengurangi kerusakan otot. (Info detail dari Wikipedia)

Nah, enak dan menyehatkan toooooh?

8. Rujak Cingur Bu Slamet - Kebonsari




Lama - lama Saya malas nulis caption atau reviewnya habisnya kalimat Saya hanya akan berujar enak, enak dan enak. Tapi kali ini benar, Sumpah, selama ini malah Saya Buta Rujak Cingur. Padahal dari zaman dulu Saya kira Rujak Cingur yang ada di dekat tempat Saya di daerah Jl. Dr. Soetomo (dulu Jalan Melati) adalah sudah yang terMakNyuus. Saya salah, setelah dipengaruhi secara hebat oleh Nunung, teman perRujakAn Saya. Begitu mencicip di ujung lidah. Saya nyerah. Inilah ULTIMATE RUJAK CINGUR alias the BEST RUJAK CINGUR of forever deh. Tempat jualannya padahal biasa kata orang - orang karena berada di warung di daerah kebonsari. Sayangnya Saya belum sempat foto ke sana. Tapi banyak orang kecewa karena mereka harus antri, dan ibu penjualnya juga nggak sedia banyak. Siang beliau sudah tutup karena bahan habis.

Hebat, Bu. Eh, Slamet Bu.

Kenyalnya Cingur dibarengi oleh Gurihnya Tempe dipadu dengan pedasnya Petis dan Sayuran. Oh Ya Tuhan.....

9. Ayam Bakar Sumarti


Judul di atas adalah salah satu jawaban yang dulu sering anak kosan di sekitar Kampus (UNEJ - Universitas Negeri Jember) akan berikan jawaban yang kompak pada satu pertanyaan yang heboh: "Ada nggak sih jualan Ayam yang enak, pedas, lezat, nasinya banyak, bikin kenyang dan ayamnya besar?"

Alhamdulillahnya itu masih dijaga oleh Ayam Bakar Kemerahan ini. Namanya juga sekarang terlihat lengkap.



Resep mereka sepertinya memang rahasia. Padahal menurut Saya, sambalnya adalah Sambal Bajak. Sebuah varian sambal yang bisa dibilang merupakan campuran sambal yang tak lagi terlalu pedas, manis dan bisa bertahan lebih lama.

Saya sering sekali mengira - ira apa yang membuatnya enak. Ataukah cara membakarnya?



Makin Saya mengamatinya makin Saya gagal, karena Saya mengamatinya sambil mencocolnya dengan sambal bajak yang mengundang selera makan. Hadeuuuuh ....
Dulu warung Ibu Sumarti ini berada di Jalan Jawa - Sekitaran kampus tapi sekarang sudah pindah ke Jalan Panjaitan.


Foto yang selalu menjadi perkara, karena Saya juga pengen dan pengen. WOahaaaahhahah ...

Tenang sayang, beberapa saat lagi kau akan kukunyah dan kucerna di perutku

Mereka juga mengubah konsep dari lesehan menjadi restoran rumahan.


10. Nasi Jagung

Ini juga selalu jadi misteri bagi Saya. Sejak dulu Saya mengenal makanan ini dengan anggapan hanya muncul di beberapa level keluarga saja. Sejak kapan ia menjadi santapan di pagi hari, menurut Saya juga muncul hanya sekelibatan karena ada pedagang yang sangat terkenal di Pasar Tanjung dan secara murah menyediakan makanan ini untuk para pekerja untuk sarapan di awal mereka kerja.

Tanpa sadar kini menjadi tren, dan begitu Saya tinggal Jakarta, Saya hanya sedikit menyesal karena memperoleh Nasi Jagung plus pernak - perniknya juga bukan hal mudah lagi.


Nasi Jagung sendiri menurut Wikipedia 

(nasek empog, nasi ampok, nasi empok) adalah suatu makanan khas Indonesia yang terbuat dari jagung sebagai bahan dasarnya. Jagung yang digunakan dalam membuat nasi jagung adalah jagung yang sudah tua atau dikenal dengan istilah jagung pipil. Di pasaran jagung pipil tersebut mudah ditemukan karena harganya yang relatif murah dibandingkan dengan harga jagung manis atau pun jagung muda. Nasi jagung sama dengan nasi putih biasa dimakan dengan lauk-pauk lainnya.

Nasi Jagung terkenal di daerah Jawa, terkhusus orang-orang di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Contoh kota yang terkenal dengan nasi jagungnya ialah Surabaya dan Madura.Nasi jagung adalah variasi nasi khas bagi masyarakat Madura. Walaupun demikian, nasi jagung juga terkenal di daerah-daerah pedesaan, sebab orang-orang desa turut mengkonsumsi nasi tersebut, lantaran mahalnya nasi beras. Selain di Jawa (Jawa Tengah dan Jawa Timur), Nasi Jagung juga menjadi konsumsi masyarakat di Flores, Sumba, dan Timor karena merupakan makanan yang mudah dan sederhana untuk dimasak.

Nasi Jagung dinilai memiliki nilai gizi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan nasi beras. Nasi Jagung lebih kaya akan vitamin (Vit. A, B1, B6, B12, C dan E), mineral (Folat, Kalsium, Fosfor, Natrium, Zink) dan serat. Dalam nasi jagung, gizi yang paling tinggi terkandung ialah Magnesium (Mg). Mengkonsumsi Magnesium membantu mengurangi kemungkinan terkena penyakit diabetes dan darah tinggi. Walaupun demikian, bagi mereka yang tidak cocok mengkonsumsi jagung (bahan-bahan yang diolah dari jagung termasuk nasi jagung) dapat menimbulkan flatus atau buang angin.

Mungkin kepercayaan itu bergeser. Dulu makan Nasi Jagung merupakan salah satu kesangsian apakah orang itu mampu atau tidak. Kini anggapan itu salah besar. Karena di beberapa tempat seperti di dekat SD Saya, Kepatihan 2 (dulu Jember Kidul 2) ada pedagang Nasi Jagung di pinggir jalan yang antrinya bukan main. Sampai Saya kadang heran, apa sedemikian enaknya Nasi Jagung itu di Jember.

Sayangnya, investor penunjuk Saya makanan nikmat di Jember, Ibu Nunung. Gagal membeli langganan yang menurut dia terenak pagi itu. Akhirnya secara acak kita pesan Nasi Jagung yang lama rasanya tak pernah Saya nikmati.

Rasanya?


Wah ini mah parah, terlihat betapa ikan asinnya begitu memenuhi asin di mulut dibarengi oleh urap urap dan sayur kacang serta tahu tempe. Rasanya campur baur, manis, gurih, dan asin.

Secampur baur hatiku.

Akankah dengan dengan 10 Sajian Kuliner Nikmat di Jember ini hatiku terisi oleh kegembiraan?

Lumayan. Akankah berakhir di sini saja, petualangan lidah ini?

Oh tentu tidak.

Oh ya?

Ya, karena masakan atau kuliner Jember akan semakin lekat dan tersemat di lidah, hati dan juga otakkku. Sekali lagi Kuliner Jember telah menjadi Destinasi Wisata Jember dan memang membuat Jember makin rame!



Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Taman Botani Sukorambi dan Blogger Jember Sueger #2


Komentar

  1. bikn kangen dan ngiler...

    BalasHapus
  2. Saya belum pernah ke Jember, tapi makanannya buat ngiler. hihi
    memang sakah satu alasan kita wisata adalah berburu kulinernya. hee

    BalasHapus
  3. Waw! Jadi kangen kuliner kampunngku (lagi) 😍

    BalasHapus
  4. Salam Mas Bro
    Paling sedhaapp ayam bakar sumiarti tuh.
    Menggoda
    Suka menulis tentang makanan memang ya Mas Bro?
    Mauliate
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, abisnya kalau liat makanan jadi gemes gemes gemes hahaha. Makasih sudah berkunjung

      Hapus
  5. Mie apongnya yg buatku paling menggodaaaa mas :D. Dari bentuk mienya dan lumpia sebagai teman, aku udh nebak ini enaak sepertinya :D.

    Nah kalo yg kupang lontong, aku penasaran banget. Blm bisa bilang bakal suka ato ga, krn itu sejenis kerang kan yaaa. Aku agak kurang suka ama kerang. Tp krn makanan ini bntuknya beda, ada kemungkinan bisa suka hahahaha. Tp hrs aku icip dulu. Kapan2 kalo ke jember ini, dicobain semua :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah gitu dong, ya namanya makanan satu satunya jalan kita harus incipin. Enak gak enak masalah selera juga. Tapi paling tidak bisa jadi pengantar orang orang membayangkan. Hmmm enak ya. Duh jadi lapar

      Hapus
  6. ampunnnnn, fotone ngezoom maksimal, clear, dan bikin baper sekaligus laper mas. Kapan2 kulineran bareng iki di Jember, hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iki jenenge, ngreview ngreview dewe, moto moto dewe, nulis nulis dewe tapi tetap nggarai luwe luwe deweeeeee. Haduuuhhh. Hahahah

      Hapus

Posting Komentar