Animal World - Film Komikal 2018


Salam Budaya!

Waktu diajak oleh Kak Nuty nonton film ini, yang tayang di Cinemaxx - Plasa Semanggi. Saya agak terheran - heran. Itu filmnya Michael Douglas. Lha bukannya dia baru rilis Antman 2? Waktu Saya cek di IMDB. Benar juga tahun ini beliau rilis 2 film ini. Yang jadi pertanyaan besar, kenapa? Ada apa dengan film ini? Kenapa film Cina mampu dan mau menghadirkan sosok Michael Douglas di filmnya?

Kuy mari kita telusuri perlahan lahan.


Malam itu kami langsung berangkat untuk nonton film ini. Memang unexpected kok!


Film berjudul "Animal World" ini ternyata berjudul asli Dongwu shijie dan disutradarai dan ditulis oleh Yan Han. Sutradara berusia 34 tahun asal Pingyin County, Jinan, China ini telah melahirkan First Time (2012), Go Away Mr. Tumour (2015).

Yan Han


Ditulis oleh oleh Nobuyuki Fukumoto (Japanese: 福本伸行) seorang artis Manga yang terkenal akan ide cerita perjudiannya yang memang unik dan orisinil serta analisa karakter psikologis dan gaya bertutur yang beda. Yakuza dan perjudian memang sering menjadi tema manganya. 


Bapak Nobuyuki Fukumoto

Sebuah film China adaptasi yang langka dan sebenarnya merupakan adaptasi kedua dari komik pak Nobuyuki yang diadaptasi bebas dan diangkat menjadi film yang aslinya berjudul asli "Tobaku Mokushiroku Kaiji". Komik ini di tahun 1998 memenangi Kodansha Manga Award. Sebuah penghargaan bagi serial Manga yang dihasilkan setahun sebelumnya yang disponsori oleh Penerbit Kodansha. Sebelumnya untuk yang versi "Kaiji: The Ultimate Gambler" telah diangkat menjadi film Jepang di tahun 2009 dan terdapat sequel di tahun 2011. Film ini pun juga masih terkesan sangat bisa untuk punya sequel.







Di komik aslinya, menceritakan tokoh Ito Kaiji yang setelah usah SMA di tahun 1996, pindah ke Tokyo untuk mencari pekerjaan, tapi selalu gagal menjadi karyawan tetap karena negara masih mengalami resesi sejak Perang Dunia ke 2. Karena stress, ia hanya bisa meringkuk dan membusuk di apartemennya, mengisi waktunya dengan mempermainkan orang lain, berjudi, mabuk dan merokok. Kaiji selalu berpikir tentang uang dan kemiskinannya yang abadi sering membuatnya hanya bisa menangis. 

Penderitaan Kaiji yang tak pernah ia sesali berlanjut selama 2 tahun sampai saatnya ia harus bayar ke pria yang tiba - tiba mengunjunginya bernama Endō, yang ingin mengumpulkan hutang yang besar yang dengan ceroboh telah ia tandatangani bersama mantan teman kerjanya. Endō memberikan Kaiji dua pilihan - apakah ia mau tinggal 10 tahun dipenjara atas hutang - hutang itu, atau naik kapal judi bernama "Espoir" (dalam bahasa Prancis berarti 'Harapan' selama semalam untuk melunasi hutang. Dengan bantuan para napi, Endō terus memaksa Kaiji untuk menerima semua perjanjian, dan meyakinkan kalau ia takkan bisa kembali pulang dari perjalanan itu. 

Film yang komikal dan penuh metafora


Nah kalau sinopsis di filmnya sih tidak terlalu jauh diceritakan tentang pahlawan Zheng Kaisi yang tak tentu arah dan tujuan dan berhutang hingga beberapa juta dari temannya. Salah satu upaya untuk melunasinya, ia naik kapal bernama "Destiny" untuk menghadiri pesta judi misterius atas anjuran seseorang. Kalau dia menang makan hutannya akan terbayar. Aturan mainnya cukup sederhana. Semua pemain bermain dengan "Batu, Kertas dan Gunting" sebagai alat untuk memperoleh tanda bintang dari lawan. Tapi, untuk melawan sekelompok penjudi yang putus asa, sedikit saja kelemahan akan dimanfaatkan lawan untuk menjatuhkan. 

Film yang menjadi pembuka di Shanghai International Festival Film ini mungkin kadang salah diartikan menjadi film super hero, saat di awal sang tokoh, Zheng Kaisi (diperankan dengan 'cool' oleh Yi Feng Li). Padahal itulah pembuka yang memastikan bahwa, campur aduk realita kebingungan sang tokoh dan bagaimana dia membayangkan diri secara fantasi ala komik dan video games sedang terjadi untuk menggambarkan dirinya yang ingin punya keinginan menumpas kesulitan hidupnya di saat dirinya adalah "hanya" seorang badut yang sering dianggap remeh, kerjaan gak guna dan patut ditertawakan.

Kaisi seperti terjebak dalam khayalannya sendiri dan mengiring pertanyaan ke penonton apakah dia sebenarnya super hero atau kah manusia biasa?


Seorang badut yang tak senyum, tidak lucu dan sibuk memerangi kesulitan hidupnya


Abang Yi Feng Li

Di beberapa saat kemudian akan dijelaskan bahwa khayalan badut itu memang sering ia impikan di saat ia bertahun - tahun mengunjungi ibunya yang sedang koma di rumah sakit.

Abang ini akhirnya dekat dengan perawat muda nan segar, bernama Qing (diperankan dengan wajah polos Dong Yu Zhou) yang sebenarnya ia cinta tapi tak segera ia minta atau lamar karena memang Abang Yi Feng Li miskin. Malah sebenarnya si Qing ini adalah salah satu orang yang dia hutangi untuk perawatan sang Bunda (duh).


Mbak Liu Qing diperankan oleh Dongyu Zhou

Persoalan jadi kian rumit waktu teman main waktu kecil Kaisi yakni Li Jun (diperankan oleh Cao Bingkun), seorang agen perumahan, telah mengajukan proposal yang cukup berat untuk syarat melunasi hutang Kaisi dengan rumah sakit. Yang harus ia lakukan adalah menjual aparteman keluarganya. Kontrak telah terlanjur ditandatangani oleh seorang yang bertampang jahat ala alien blonde yang tentu saja akan berlaku curang dengan perjanjian itu. Bagian ini akan mengantar kita ke adegan action termasuk kejar - kejaran mobil dan motor di jalanan.


Abang Li Jun yang bikin perkara

Ya, seperti itulah ada beberapa adegan memang, terkesan fantasi yang akhirnya ada beberapa penonton merasa sedikit kebingungan dengan gaya bertutur film ini. Pokoknya, beberapa saat, Mas kita ini bertemu dengan bosnya bos, setannya setan pak Michael Douglas, yang membuat penawaran yang tak bisa mas Kaisi tolak. Untuk melunasi semua hutangnya ia tinggal menyetujui kontrak dengan cara ikut permainan. (yah, nggak terlalu memainkan nyawa ya kedengarannya). 

Pemasangan Pak Michael Douglas sebagai pemeran ini cukup misterius. Ada kemungkinan agar film ini bisa terlempar ke pasar Internasional atau Amerika

Mas Kaisi terbangun dan menemukan dirinya berada di tengah - tengah sekumpulan manusia putus asa yang akan siap main melawan dia, hidup atau mati, di atas sebuah kapal yang punya ballroom kuno besar yang tengah berlayar di tengah malam. Tiap kontestan mendapatkan 3 bintang dan 12 kartu yang menggambarkan batu, gunting dan kertas. Peraturan main judinya rumit bagi sebagian penonton tapi kita menerimanya sebagai ketegangan yang menanjak terus menerus di tiap adegan. Semua yang gagal dan tak sesuai dengan standar menang akan dipindahkan dan dikumpulkan di kota kaca khusus, dimana mereka harus ditebus oleh teman sejati atau bakal akan jadi kelinci percobaan di laboratorium mereka.



Kaisi terus berkembang menjadi sesuai harapannya sendiri di situasi ini (tenang dan mirip super hero). Bahkan diingatkan kalau almarhum Papahnya adalah guru matematika, dan dengan santainya dia membentuk trio dengan Li Jun si penghianat dan anak baru. Penonton dibawa keseruan untuk melihat kepiawaiannya bermain judi. 

Lalu bagaimana kelanjutannya? Apakah ia berhasil menaklukan lawan - lawannya? Apakah hutangnya akan lunas?




Dengan penggarapan efek dan sinematografi yang indah film ini berjalan dengan mulus, tapi Saya hanya bisa mengingatkan bagi Anda yang tak terlalu suka film yang sedikit nyeleneh mungkin Anda lebih baik jangan berekspetasi bahwa film ini akan serupa dengan film rangkaian Marvel atau DC.

Overall film bagus, Saya tak bisa bercerita endingnya. Walaupun nanti Anda memang harus putar otak bagaimana nonton film ini, tapi baiknya memang Anda harus nonton langsung. Okay?


Salam Budaya!

Komentar

  1. Film yang akan indah . walau pengarapan beda tema dengan ant man . jam tayang sama maka dua duanya harus di tonton

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya biar kita kaya akan perbendaharaan film

      Hapus
  2. Secara jalan cerita cukup bagus dan layak tonton. cuma kalau untuk ditonton sebagai film keluarga sepertinya belum deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mas. Ini spesial dewasa. Terima kasih sudah mampir.

      Hapus

  3. Bagus sih,berpikir utk membuat inspirasi . .

    BalasHapus

Posting Komentar