Himbauan Hidup Tanpa Merokok Tanpa Mengajak Ribut

Talkshow - Menggunakan Bakat Kita Untuk Meringankan Derita Korban Gempa


Salam Budaya!

Beberapa hari lalu Saya diundang ke suatu Talk Show yang menarik yang membahas tentang "Bagaimana Menggunakan Bakat Kita untuk Meringankan Derita Korban Gempa". Gagasan ini begitu menarik mengingat Saya langsung membuat daftar singkat dalam otak Saya, bakat apa saja yang ada di diri Saya  yang siapa tahu bisa meringankan beban teman - teman kita yang tengah tertimpa kesusahan di beberapa titik gempa di Indonesia, khususnya di Lombok dan Palu.




Sebenarnya undangan ini aku dapatkan dari teman Tarot yakni Afiqka dan ia menyarankan untuk menghubungi mbak Atika untuk mengikuti acara ini dan salah satu yang menarik perhatianku adalah kalimat 'Memulihkan Trauma Pasca Bencana dengan Terapi Seni "Brush Lettering" with LivingLoving'. Wah sepertinya menarik untuk diikuti. Count Me In!

Dengan GrabBike Saya mendatangi 2Madison Gallery di kawasan Bangka Raya 20 - Kemang. Saya pun terhenyak begitu masuk.

Tempatnya begitu memikat. Ternyata di sini ada "Seni" yang menggeliat, dari workshop maupun penjualan juga. Terlihat pula dengan interiornya yang sangat menggungah decak.


Penjualan Alat - Alat Menggambar 

Hasil Lukisan di Tas


Foyer yang menerima dengan mural yang indah 

Bar yang antik dan menarik


Makan Siang menjadi lebih Asyik 

Meeting jadi lebih berkesan


Siapa sangka ini adalah toilet

Mina Atrium tempat duduk dan berpose


Kasir yang Cantik 

Pojok Etalase yang Unik


Tangga menuju lantai ke 2 yang mengundang 

Ruang atas yang dekoratif


Pernak Pernik Seni 


Saya melangkah kaki naik ke lantai 2 tampaknya beberapa orang telah memulai aktivitasnya. Seorang bapak menyapa ramah dan berseragam biru tua bertuliskan Erlangga.

Saya penasaran, Apa ini Erlangga, penerbit buku puluhan tahun yang lalu itu?

Bapak fotografer itu mengangguk dan tersenyum.

Ya ini adalah Erlangga yang sama.


Berdiri pada 30 April 1952, Erlangga Group pada mulanya hanya menerbitkan buku-buku pelajaran saja. Namun kini, di usia yang ke 66, kami telah menduduki posisi mapan di ranah penerbitan Indonesia. Kami semakin dikenal karena tingginya kualitas dan kayanya ragam buku yang diterbitkan.

Tertempa oleh berpuluh tahun jatuh dan bangunnya sektor pendidikan di Indonesia, dalam skala nasional kami adalah penerbit buku pelajaran yang terbaik. Di luar itu, sejak sepuluh tahun yang lalu Erlangga Group mulai melakukan pengembangan usaha dengan menerbitkan judul-judul buah karya penulis yang dikenal di ranah nasional maupun internasional, baik untuk buku anak maupun buku populer. Dengan bangga kami sampaikan, Erlangga Group adalah rumah bagi buku pelajaran terbaik, penulis-penulis yang ternama, dan juga karakter kartun kesayangan anak.

Saat ini, produk kami adalah paduan harmonis dari buku pelajaran, buku anak, fiksi, non fiksi, dan juga majalah. Kala menciptakan sebuah produk, kami selalu mengutamakan nilai pendidikan. Penting bagi kami produk yang dihasilkan berkualitas dan dapat memberikan nilai-nilai edukasi bagi pembacanya, guna mendukung gerakan literasi di Indonesia.

Bukti terbaru untuk Penerbit Erlangga adalah kembali meraih penghargaan prestisius Top Brand for Teens 2018, yang merupakan penghargaan ke-enam kali secara berturut-turut (2013-2018) untuk kategori “Buku Pendidikan”. Penghargaan ini tentunya mengukuhkan eksistensi Penerbit Erlangga di dunia pendidikan sebagai penerbit yang memiliki citra yang baik di mata masyarakat Indonesia. Untuk itu, kami pun tak ragu untuk mengusung semboyan “Buku Pendidikan Terbaik Di Indonesia”.
Buku-buku kami disusun berdasarkan riset terus-menerus, evaluasi tiada henti oleh para editor terbaik di Indonesia, dibantu para konsultan ahli dari berbagai bidang, dalam dan luar negeri. Bukan itu saja. Buku Erlangga dipasarkan oleh para tim pemasar yang profesional, mengetahui produk dengan sangat baik dan memastikan para guru tahu cara memakai buku Erlangga dengan program pelatihan peningkatan mutu guru yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Untuk menghasilkan karya terbaik, lingkup penerbitan kami bagi ke dalam lima kategori utama buku pelajaran, buku untuk perguruan tinggi, buku anak, buku populer (fiksi dan non fiksi), dan buku referensi. Tugas menerbitkan buku-buku tersebut jatuh ke tangan Penerbit Erlangga dan keempat imprintnya EsensiErlangga for Kids,Esis dan Emir.

Nah seperti pada tahun sebelumnya, event akbar akan dihadirkan berupa “Erlangga Talent Week 2018” (yang akan dihelat di Kuningan City pada 25 - 27 Oktober mendatang) menjadi unik karena akan dibuat seperti pameran bakat jadi akan menjadi tempat atau ajang kompetisi anak muda sesuai dengan bakat yang mereka miliki dan ingin mereka tampilkan.




Nah untuk memulai segala rangkaiam acara tersebut tampaknya siang itu, talkshow ini menjadi pembuka yang manis bagi teman - teman blogger dan juga media untuk mengetahui apa yang menjadi motivasi bagi Erlangga untuk membantu salah satu permasalahan nasional kita yakni gempa di Lombok dan Palu dari teman teman yang tergabung di Erlangga Talent Week 2018 ini.

Dipandu secara menggemaskan oleh Brigita Manohara (News Anchor TV One) dengan nara Sumber: Windrati Hapsari (perwakilan dari Erlangga), mas Altha Rivan (Pekerja Seni), Tita Kamila (Putri Pariwisata Indonesia), Alvi Anugerah (Public Relation Manager Kitabisa.com) dan Vera Itabiliana Hadiwidjojo Psi (Psikologi Anak)

Terjadi perbincangan menarik dari nara sumber yakni dari Putri Indonesia yang ternyata juga tetap mau membawa misi sosialnya untuk membantu korban gempa, bahkan Altha Rivan yang juga merasakan dahsyatnya gempa, semakin membuat kita yakin bahwa apapun yang bisa kita lakukan demi membantu mereka, karena mereka sangat membutuhkan apa saja baik moral dan spiritual. Bagi siapa saja yang ternyata belum sempat dan hanya berupa donasi juga bisa disalurkan di www.kitabisa.com 

Psikolog Vera juga mengingatkan bahwa yang paling menjadi perhatian dari korban gempa adalah pengembalian masa trauma dari anak - anak yang sebenarnya bisa lebih mudah bila disampaikan lewat seni. Bisa menggambar, berpuisi, menyanyi, menari dan juga bermain teater sehingga mereka bisa perlahan melupakan kesedihan.

Bagi kita yang sementara ini belum bisa berkiprah langsung, doa dan juga semangat menyebarkan berita kebaikan serta cara - cara menghindari bencana juga merupakan usaha efektif dalam meringankan beban mereka.

Acara ditutup dengan kelas Brush Lettering untuk menambah pengetahuan dan mengajarkan seni untuk melepas stress bersama LivingLoving. Hasilnya tas yang nanti ditulisi juga bisa diserahkan dan dijual serta hasilnya akan didonasikan ke korban gempa.

Nice.

Suasana lantai 3 tempat Kelas Brush Lettering 


Telah dipersiapkan per kursi lengkap dengan alatnya



Penanya khusus seperti spidol tapi berujung lembut dan mampu ditekan dan dibengkokkan mirip kuas 
Belajar Huruf dulu


Merancang dulu sebelum ditulis di atas kain tas




Memamerkan hasilnya. Bagus kan?

Terima kasih Erlangga Talent Week. Ini Bakat Saya. Saya juga menang lomba instagram.

Sampai jumpa di Puncak "Erlangga Talent Week" di Kuningan City.

Salam Budaya!


Komentar