Mencicipi Selandia Baru


Salam Budaya!

Sekali lagi salah satu cara untuk bersepakat dan hubungan damai adalah lewat lidah dan rasa makanan yang tercicip. Untuk mengikat hubungan baik yang telah terbina hingga 60 tahun ini antara Selandia Baru dan Indonesia, Ibu Diana Permana sebagai New Zealand Trade Commissioner to Indonesia telah berbaik hati mengundang Saya dan teman - teman Blogger ke Hotel Dharmawangsa untuk lebih lanjut mencicipi beberapa produk makanan yang terinovasi yang telah menjadi produk wahid kelas dunia.

New Zealand atau Selandia Baru sendiri adalah negara yang terus menerus berusaha konsen pada bisnis makanannya dengan terus memantau kebutuhan para konsumen dan berkembang dari penghasil makanan yang terpercaya ke pelaku inovatif yang terus dilakukan bersamaan dengan riset, panen, produksi, pengemasan dan penghantaran produk yang dibarengi dengan efisiensi dan level produktivitas yang terus menerus menekankan rasa dan juga kualitas.

Hmm. belum - belum sudah membuat basah tenggorokan ini.

Pembukaan dengan tari-tarian dan perwakilan dari Duta Besar New Zealand untuk Indonesia

Setidaknya ada 7 perusahaan besar yang sudah siap dicicipi siang itu di ruangan salah satunya adalah


Madu Airborne ini telah malang melintang dari sebuah perusahaan keluarga selama 107 tahun dan merupakan perusahaan tertua dan paling kompeten dari Selandia Baru. Di balik botolnya yang imut ada pengalaman lebih dari 100 tahun dan 25 tahun pengalaman penelitian yang telah terdata hingga 37 ribu catatan perbandingan.

Madu ini juga telah mentaati standar Internasional CODEX untuk madu. Jadi di kemasan Anda juga bisa memastikan segala sesuatunya telah tercantum dengan lengkap termasuk komposisi sehingga pelanggan bakal tahu darimana madu ini berasal.


Bagaimana dengan rasanya, wah, jangan ditanya. Saya serasa jadi Winnie The Pooh menikmati madu ini. Jadi uniknya madu ini dibuat dan dikategori berdasarkan bunga yang dihinggapi dan dihisapnya sehingga rasanya beraneka ragam dan wanginya juga spesifik.


Beberapa contoh madu yang memang berasal dari tumbuhan yang dihisapnya



Yang berikutnya adalah Fonterra salah satu perusahaan terkemuka yang menghasilkan susu yang kerja samanya sudah dengan 10.500 petani. Salah satu produknya adalah Anchor.

Beberapa olahan dari Susu dan Mentega Produk Anchor

Nah bagi yang pengen cemilan yang sehat dan rasanya enak mereka punya yang namanya ini nih




Diproduksi oleh The Griffins, Nice and Natural  merupakan salah satu produk dari perusahaan yang telah berpengalaman menghasilkan hingga 300 produk biskuit sejak tahun 1864.


Wah belum selesai Saya takjub dengan madu Airborne ternyata ada madu kesehatan Manuka

Berdiri pada tahun 2016 di Te Awamutu akhirnya menjadi perusahaan yang menjadi salah satu yang ada di bidang kesehatan alami terkemuka di dunia. 

Telah melampau penjualan lebih dari 100 juta dolar, produk ini telah diekspor ke dari 45 negara (dan menjadi posisi nomor satu di 22 negara) termasuk di Jerman, Jepang, Amerika Utara, Cina, Australia dan Timur Tengah.



Selain bisa dicampur dengan minuman sehari - hari (pada gambar dicampur di kopi dan anehnya tidak mengubah rasa kopinya) madu ini juga membantu luka untuk perlindungan dari bakteri bila diusap di sekitar luka. Woow!


Nah,kalau yang ini khusus bagi para pencinta masak memasak kue, karena sejak tahun 1914 Tatua yang berbahan susu juga telah menjadi salah satu perusahaan tertua di Selandia Baru yang bergerak di bidang kue seperti krim dan Mascarpone.


Yang berikut ini juga cuma membuat Saya diam terpaku.

Inilah kesulitan menulis blog tentang makanan. Saya kesulitan kata - kata, karena mulut dan mata sudah berperang sejak awal. Coklaaaaaaaaaaaaaaaat .....


Coklat ini nyata - nyata sudah tersebar di Cina, Asia Utara dan juga Asia Tenggara. Hmm ...

Dibuat di Pabrik Porirua, ini pabrik terbesar di Selandia Baru yang benar - benar menjaga proses dan mutu produksinya.

Selama lebih dari 120 tahun coklat Whittaker's didirikan oleh JH Whittaker sekarang telah diambil alih oleh generasi ketiga yakni kakak beradik Andrew dan Brian Whittaker.



Dan Saya tidak mau pulang.

(meneteskan air mata melihat coklat bergelimpangan).

dan ...  yang paling enak, last but definetely not least



Wah. Zespri dengan Buah kiwi ini telah terjual ke 59 negara di seluruh dunia dan telah membuat penjualan untuk Selandia Baru 2.26 Miliar Dollar di tahun 2016 - 2017. 

Disajikan langsung dengan Spife (Spoon with Knife - Sendok yang berfungsi juga sebagai pisau - semoga Saya tidak salah), buah Kiwi ini telah teruji merupakan kualitas buah terbaik yang ditanam di Gunung Maunganui oleh 2500 petani.

Pilihannya ada yang segar manis dan ada yang sedikit masam, jadi betah dekat booth yang satu ini.

Speechless. Enak banget!


Hati senang dan perut kenyang.

Terima kasih pihak Selandia Baru, Hotel Dharmawangsa, mas Arie Parikesit  yang telah mengundang Saya dengan beberapa blogger lainnya. Rasa Selandia Baru takkan terlupakan.



Komentar