Himbauan Hidup Tanpa Merokok Tanpa Mengajak Ribut

HARI AIDS SEDUNIA - SAYA BERANI SAYA SEHAT


Salam Budaya!

Tiap tanggal 1 Desember masyarakat di dunia sekali lagi, selalu akan memperingati Hari AIDS sedunia sejak tahun 1988. Kampanye Hari AIDS Sedunia ini adalah salah satu dari Delapan Kampanye Kesehatan Resmi Sedunia oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) termasuk di antaranya adalah Hari Kesehatan Dunia, Hari Donor Darah Sedunia, Minggu Imunisasi Sedunia, Hari TBC Sedunia, Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Hari Malaria Sedunia dan Hari Hepatitis Sedunia. Di tahun 2018 ini mengambil tema "KNOW YOUR STATUS" - "KETAHUILAH STATUSMU".

Sekali lagi tiada jemu - jemunya Pemerintah dan masyarakat yang sudah awas akan HIV/AIDS akan selalu mengingatkan akan pentingnya kesadaran dan pengetahuan kita akan HIV/AIDS.

Semuanya masih rancu. Semuanya masih ragu. Semua takut. Tak sedikit bahkan hanya melaknat tanpa berbuat apa - apa.



Nah kita tak membahas itu. Yang kita bahas adalah bagaimana mengajari Masyarakat supaya lebih waspada, awam dan bagaimana menangani penderita selanjutnya.






HIV. Virus imunodifisiensi manusia (bahasa Inggris: Human Immunodeficiency Virus; HIV ) adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Nantinya disebut dengan Infeksi Oportunistik yakni infeksi yang umumnya tidak berbahaya pada orang dengan tubuh orang normal namun dapat berakibat fatal pada ODHA karena sistem kekebalan tubuhnya lemah.






Pencegahan Penularan HIV dengan cara

A = ABSTINENCE = Pantang Berhubungan = Tidak melakukan hubungan seks beresiko


= BE FAITHFULL = Setia = Bersikap saling setia pada pasangan

C = CONDOM = Kondom = Gunakan kondom secara benar dan konsisten bila berhubungan seks

= DRUG = Narkoba = Menghindari penggunaan jarum suntik yang tidak steril secara bergantian

= EDUCATION = Pendidikan = Mencari informasi HIV AIDS yang tepat dan benar yang bisa diperoleh di layanan kesehatan terdekat.


Nah, kebutuhan utama dari orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) adalah dengan pengobatan. Pengobatan saat ini adalah dengan ARV (Antri Retro Viral) yang dapat mengendalikan jumlah pertumbuhan  HIV dalam tubuh dan meningkatkan kualitas hidup dengan ODHA. Sampai saat ini ODHA yang mendapat pengobatan ARV sebanyak 65.826 orang.



Sampai saat ini sudah tersebar 540 layanan baik dari Rumah Sakit maupun Puskesmas yang dapat diakses untuk mendapatkan ARV di Kabupaten atau Kota di Indonesia.

Perawatan ODHA pada dasarnya adalah perawatan yang berkesinambungan yang menempatkan keluarga dan masyarakat sebagai suatu bentuk dari perawatan, dukungan dan pengobatan yang sebenarnya sama seperti perawatan penyakit kronis lainnya seperti misalnya diabetes, stroke, hipertensi dan kanker. ODHA juga membutuhkan dukungan psikologis, berperilaku hidup bersih dan sehat serta informasi lainnya yang berkaitan dengan kondisinya.



Sekali lagi, ayo bangkitkan semangat teman atau siapa saja yang sudah terinfeksi HIV. Bukan malah menjauhi mereka. Ingatkan mereka untuk tetap rutin mengkonsumsi agar bisa tetap hidup.

Jauh Penyakitnya Bukan Orangnya!
#SayaBeraniSayaSehat

Salam Budaya!

Mari Saya perkenalkan Semangat dari Ibu Neneng Yuliani yang tak kunjung padam. Beliau tertular HIV sejak tahun 2003 dari suaminya sendiri. Selama 15 tahun beliau bertahan dengan mengkonsumsi ARV dengan benar sehingga beliau tetap produktif dan akhirnya menghapus anggapan bahwa HIV tak ada obatnya. 

Ayo teman. 

#SayaBeraniSayaSehat




Komentar

  1. Perkembangan yang tidak bisa dihindari ya mas, semoga kita dijauhkan.

    BalasHapus
  2. Suka banget sama tulisan Mas Ded yang ini. Terasa jelas dan pas dengan unsur visual foto dan video..

    Aku tunggu yaa Mas cerita tentang kamu dan temanmu itu yang berjuang dengan HIV AIDS ☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih brondong modern kesayangan akooooh. Nanti ya tunggu apa saja yang kita lewati bersama.

      Hapus

Posting Komentar