Postingan

KATALOG MIMPI 001

Gambar
 KATALOG MIMPI 001 SALAH EJA DISCLAIMER : SEMUA NAMA DAN TEMPAT SAYA SAMARKAN UNTUK MENGHINDARI HAL - HAL YANG DIANGGAP MERUGIKAN PIHAK - PIHAK TERTENTU WALAUPUN SAYA PRIBADI SUDAH MEMINTA IZIN KE SUMBERNYA SECARA LANGSUNG UNTUK DIBOLEHKAN UNTUK DITULIS. Saya punya teman dekat. Sahabat mungkin, atau apalah namanya. Yang jelas sewaktu kuliah di sekitar tahun 1995, kamar kosan kita bersebelahan. Kemana - mana kita pergi berdua, jalan - jalan, makan, kecuali di saat masuk kuliah karena Saya jurusan TA, dia jurusan TE. Semenjak Saya sibuk Tugas Akhir, sebut saja namanya, Arman Budianto , sepertinya tak lagi melanjutkan kuliahnya. Kemungkinan besar Drop Out. Jadi sewaktu Saya lulus, kami kehilangan kontak. Entah kita tak lagi bertukar nomor telpon untuk bisa SMS, atau mungkin dia ganti nomor telepon. Jelasnya bertahun - tahun kemudian, Saya tiba - tiba merasa kangen, pengen banget ketemu. Tapi bagaimana ya, caranya? Saya harus bertanya pada siapa? Beberapa teman yang dulu sekosan juga s...

KISAH AL-QUR'AN DAN DURIAN

Gambar
  KISAH AL QUR'AN DAN DURIAN Gedung Jamsostek di jam 9 pagi masih lengang. Rejeki nomplok, pikirku. Aku mendapat job membaca Tarot dari sebuah bank berwarna Kuning, yang salah satu kantor cabang kecilnya ada di lantai satu, di pojok ruangan. Mujur mungkin, karena event ini beruntun setelah selesai dari keseluruhan tur 10 bank berwarna merah. Karena percaya atau tidak, salah satu Kepala Cabang Bank Merah itu ternyata kini menjadi Kepala Cabang Bank Kuning. Dia yang membawa aku ke sini. Berarti ada kepuasan di pelayanan pekerjaanku di situ. Alhamdulillah. Ruangan itu begitu dingin mungkin habis dipel karena undangan Aku bekerja baru jam 10 pagi. Aku sudah bersiap dan masuk ke lobby sejam sebelumnya. Lobby itu dihiasi beberapa benda berwarna kuning terang yang ditumpuk sebagai pemanis dan bertuliskan dengan kalimat yang merayu dan menarik sebagai hadiah yang bisa dibawa pulang bagi mereka, nasabah baru yang membuka rekening. Barang-barangnya cakep. Enak dipandang mata. Duffle bag, pay...

VELLA - TEMAN TANPA PENYESALAN - BAGIAN KEDUA

Gambar
 KE JAKARTA AKU KEMBALI Suatu hari Vella WA. "Mas, aku ke Jakarta. Training lagi". Aku dengar Vella terakhir memang punya keahlian dan pekerjaan yang berkaitan dengan rambut serta perawatannya. Dia beberapa kali diundang ke Jakarta oleh satu produk kecantikan rambut untuk menjalani training khusus, mungkin semacam peningkatan level tingkat keahlian.  Keren. Berarti Vella benar - benar menggeluti pekerjaan ini dan mulai diakui. Kabarnya pula dia adalah seorang yang sangat ke sana ke mari dalam memasarkan produk kecantikannya, termasuk mengelilingi beberapa kota kabupaten di Jawa Timur seminggu penuh. Wow. Anehnya di grup satunya, ada beberapa kawan melaporkan kalau sebenarnya Vella sebenarnya dalam keadaan sakit dan tidak baik-baik saja. Ada apa? Kenapa? Sakit apa? "Entah. Yang kami tahu, matanya berair setiap saat. Pedih, sering ia menjerit-jerit dan mengeluhkan itu. Perih." Ha? Aku tak mencoba mengkonfirmasi itu ke Vella karena kupikir pasti dia akan bercerita send...

Vella - Teman Tanpa Penyesalan - BAGIAN SATU

Gambar
  VELLA - TEMAN TANPA PENYESALAN Vella itu teman masa laluku. Timelinenya saja aku lupa. Ada beberapa kejadian di memori ini tiba-tiba saja hilang. Sekitaran 2001 hingga 2007, entah kenapa tak begitu jelas apa yang terjadi atau aku itu ngapain saja waktu itu. Tapi yang jelas, kira - kira aku mengenal Vella seharusnya di sekitar tahun 1997. Waktu pertama kali Saya bergabung di satu grup keroncong, Orkes Keroncong Setia Kawan, namanya. Bagaimana seorang Vella? Anak Taurus polos yang kecil mungil dengan tahi lalat di bawah matanya. Seorang yang gugup, akward tepatnya, dengan suara yang bergetar, pemalu, setiap menanyakan sesuatu yang tidak ia ketahui. Sopan dan tahu diri. Selalu tersenyum. Seingatku itu. Dia anak muda yang penuh cita-cita dan entah apa itu, sayangnya kita jarang sekali ngobrol dengan akrab. Suaranya masih belum stabil waktu itu, goyah dan sering sekali ragu dalam menyanyi. Tak ada bedanya sama aku. Sama sama belajar bernyanyi ke Pak Wasis dan istrinya. Setelah itu aku...

ORANG - ORANG MISKIN - OLEH WS RENDRA

Gambar
 ORANG - ORANG MISKIN  - OLEH WS RENDRA Willibrordus Surendra Broto Narendra (7 November 1935 – 6 Agustus 2009) atau dikenal sebagai W.S. Rendra adalah penyair, dramawan, aktor dan sutradara teater berkebangsaan Indonesia. Seharusnya beliau berumur 90 tahun. Berikut salah satu puisinya yang ditulisnya Yogyakarta, 4 Februari 1978 ORANG - ORANG MISKIN Orang-orang miskin di jalan, yang tinggal di dalam selokan, yang kalah di dalam pergulatan, yang diledek oleh impian, janganlah mereka ditinggalkan. Angin membawa bau baju mereka. Rambut mereka melekat di bulan purnama. Wanita-wanita bunting berbaris di cakrawala, mengandung buah jalan raya. Orang-orang miskin. Orang-orang berdosa. Bayi gelap dalam batin. Rumput dan lumut jalan raya. Tak bisa kamu abaikan. Bila kamu remehkan mereka, di jalan kamu akan diburu bayangan. Tidurmu akan penuh igauan, dan bahasa anak-anakmu sukar kamu terka. Jangan kamu bilang negara ini kaya karena orang-orang berkembang di kota dan di desa. Jangan kamu ...