MENGGURITA - 007 - PAK MARYANTO
BAPAK MARYANTO Beberapa hari aku sudah mulai terbiasa dengan ritme dan cara kerja di sini. Sebagai penyemangat, dipekerjakanlah dua orang gadis untuk meringankan pekerjaan karena memang ternyata pekerjaan Mbak Wiwik selama ini terlalu luas cakupannya. Satu bernama mbak Dwi, seorang auditor dan mbak Hani, dia, semacam, asistenku lah. Kamar kelinci sudah menjadi sahabatku. Aku tertidur nyenyak selalu setelah jam 8 malam karena memang lelah sekali mengerjakan apapun yang terjadi di rumah ini termasuk tugas terbaruku. Apa itu? Membayar Para tukang. “Apa, pak?”, tanyaku gelagapan. Pak Maryanto sepertinya memang penuh dengan kekuasaan dan tak boleh disalahkan. “Kamu kan lulusan Teknik Arsitektur. Ya. Pasti punya pengalaman dengan yang namanya Tukang. Pekerjaan Proyek. Begitu – Begitu.” Itu mah namanya pekerjaan tambahan. Aku terikat dengan rumah ini sekarang. Mulai makan, ngantor sampai mengurusi pembantu dan para tu...