MENGGURITA - 002 - BERONTAK
BERONTAK Keputusanku sudah bulat. Aku akan pergi menerima pekerjaan itu. Pekerjaan Administrasi, katanya. Ibu mendengus kesal. Malam itu ia cemberut. Pak Jumani yang tengah berkunjung untuk melaporkan kemajuan proyek di desa, malah menjadi sasaran yang empuk curhatannya. Temanya, tak lain dan tak bukan, anaknya yang sudah mulai berpikir tak masuk akal. Dedy yang ingin bekerja. Pak Jumani memanggilku ke ruang tamu. Ia adalah pengawas lapangan yang sudah ikut ibu bertahun – tahun. Ibu sendiri adalah seorang kontraktor wanita yang berpengalaman. Keduanya sangat aku hormati. Aku masih mau mendengar nasehatnya. Tapi malam ini aku harus punya bantahan yang kuat. “Buat apa? Untuk apa, Heh? Bukannya enak di sini saja. Ikut Ibu. Ibu itu sudah tua. Tidak ada penggantinya. Pekerjaan ini lalu siapa nanti yang akan melanjutkan? Kenapa tidak di sini saja berbakti pada Ibu?” kata Pak Jumani dengan suaranya yang serak. Ini akan menjadi malam yang melel...