Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

VELLA - TEMAN TANPA PENYESALAN - BAGIAN KEDUA

Gambar
 KE JAKARTA AKU KEMBALI Suatu hari Vella WA. "Mas, aku ke Jakarta. Training lagi". Aku dengar Vella terakhir memang punya keahlian dan pekerjaan yang berkaitan dengan rambut serta perawatannya. Dia beberapa kali diundang ke Jakarta oleh satu produk kecantikan rambut untuk menjalani training khusus, mungkin semacam peningkatan level tingkat keahlian.  Keren. Berarti Vella benar - benar menggeluti pekerjaan ini dan mulai diakui. Kabarnya pula dia adalah seorang yang sangat ke sana ke mari dalam memasarkan produk kecantikannya, termasuk mengelilingi beberapa kota kabupaten di Jawa Timur seminggu penuh. Wow. Anehnya di grup satunya, ada beberapa kawan melaporkan kalau sebenarnya Vella sebenarnya dalam keadaan sakit dan tidak baik-baik saja. Ada apa? Kenapa? Sakit apa? "Entah. Yang kami tahu, matanya berair setiap saat. Pedih, sering ia menjerit-jerit dan mengeluhkan itu. Perih." Ha? Aku tak mencoba mengkonfirmasi itu ke Vella karena kupikir pasti dia akan bercerita send...

Vella - Teman Tanpa Penyesalan - BAGIAN SATU

Gambar
  VELLA - TEMAN TANPA PENYESALAN Vella itu teman masa laluku. Timelinenya saja aku lupa. Ada beberapa kejadian di memori ini tiba-tiba saja hilang. Sekitaran 2001 hingga 2007, entah kenapa tak begitu jelas apa yang terjadi atau aku itu ngapain saja waktu itu. Tapi yang jelas, kira - kira aku mengenal Vella seharusnya di sekitar tahun 1997. Waktu pertama kali Saya bergabung di satu grup keroncong, Orkes Keroncong Setia Kawan, namanya. Bagaimana seorang Vella? Anak Taurus polos yang kecil mungil dengan tahi lalat di bawah matanya. Seorang yang gugup, akward tepatnya, dengan suara yang bergetar, pemalu, setiap menanyakan sesuatu yang tidak ia ketahui. Sopan dan tahu diri. Selalu tersenyum. Seingatku itu. Dia anak muda yang penuh cita-cita dan entah apa itu, sayangnya kita jarang sekali ngobrol dengan akrab. Suaranya masih belum stabil waktu itu, goyah dan sering sekali ragu dalam menyanyi. Tak ada bedanya sama aku. Sama sama belajar bernyanyi ke Pak Wasis dan istrinya. Setelah itu aku...