Postingan

Menampilkan postingan dengan label Film Indonesia

Film Buku Harianku

Gambar
Salam Budaya! Jujur Saya itu antara mau teriak jengah tapi masih ada sedikit, sedikit saja, secercah keyakinan, berharap kalau film anak - anak akan selalu ditampilkan dan dipoles dengan bagus. Karena, bagaimana ya, ini anak - anak lho yang menonton. Mereka akan menyimpannya sebagai kenangan yang indah tapi kalau tidak. Wah, entah akan menjadi bawaan ingatan mereka seumur hidup. Nah diundanglah Saya nonton "Buku Harianku" yang, wah, Saya yang salah. Saya pikir hanya sekedar film anak - anak. Tapi begitu Kila Putri Alam mengeluarkan suaranya di awal, pikiran Saya berubah. Filmnya ternyata punya 'sesuatu' yang menurut Saya ramai rasanya. Menyenangkan, mengharukan dan lucu. Posternya menarik ya, Saya suka. Menggambarkan keceriaan anak - anak dan suka ria keluarga. Desain  yang menggoda tentunya! Nah yang menjadi kekuatan dari film ini memang drama musikalnya. Sepertinya memang harusnya dihadirkan di tengah kehausan dan kekurangan film anak - anak. ...

Ketika Ajakan Nikah Jadi Dilema

Gambar
Salam Budaya! Bagaimana rasanya kalau tiba - tiba, di suatu hari, nggak ada hujan, nggak ada angin (ada dikit sebenarnya), teman kamu ngajak nikah. Nah lho? Terus gimana? Shock? Atau malah senang - senang saja? Film Nikah Yuk! diolah dengan modal dasar nikah dan segala desakan orang tua yang akhirnya membuat kita bingung. Apakah kita harus menuruti keinginan orang tua atau menundanya sekali lagi.  Adhe selaku produser dan sutradar mengungkapkan Nikah Yuk! adalah sebuah film yang ceritanya sangat dekat dengan kehidupan kita sehari - hari. Jadi jangan khawatir ceritanya bakal mengalir, kok. Beliau juga bilang kalau   "Film ini bicara tentang persoalan yang sedang dialami oleh banyak anak muda tentang jodoh, pernikahan, cinta hingga hubungan dengan orang tua", ungkap Adhe. Dwi Akraniza yang biasa dipanggil Wiwid selaku produser juga berharap film ini bisa diterima dan dinikmati oleh banyak orang. Nah yang paling asyik lagi selain dibintangi oleh...

HARU BIRU DUA GARIS BIRU

Gambar
Salam Budaya! Saya punya beberapa grup WA di handphone, dan beberapa minggu belakangan ini sedang ramai dan mulai diperbincangkan satu film yang katanya sangat 'bobrok' dan 'tak pantas' untuk dilihat karena mengajari remaja kita melakukan seks bebas. ARE YOU KIDDING ME? Jadi Badan Sensor kita meloloskan Film Biru, begitu? Pasalnya, Dua Garis Biru dianggap film yang tidak pantas untuk dikonsumsi hak layak umum. Karena adanya adegan-adegan dewasa yang di pertontonkan serta menggambarkan kehidupan para remaja dengan pergaulan bebasnya. Maka, sangat disayangkan jika film semacam ini tayang dibioskop dan lolos oleh Lembaga Sensor Indonesia padahal menuai Kontraversi di tengah-tengah masyarakat. diambil dari https://www.voa-islam.com/read/citizens-jurnalism/2019/07/18/65703/kontroversi-film-dua-garis-biru/ Waduh! Sampai sepertinya sangat perlu diadakan petisi bertajuk “Jangan Loloskan Film yang Menjerumuskan! Cegah Dua Garis Biru ...

Memahami Film Koboy Kampus

Gambar
Salam Budaya! Suatu hari di wawancara dengan media, Arnold Schwarzenegger memperkirakan bahwa beberapa tahun mendatang film akan dipenuhi dengan permintaan pangsa pasar atau penonton yang rumit dan komplit. Film tidak lagi punya cerita biasa tapi bisa saja berlapis - lapis alias multitafsir. Karena orang lelah menghadapi film yang begitu - begitu saja. Sepertinya menghadapi Film Koboy Kampus malah jadi sepenuhnya terbalik. Saya menganjurkan Anda untuk jadilah orang yang biasa - biasa saja dan tak perlu rumit - rumit dalam menontonnya. Tersebutlah sekawanan Mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung sekitar tahun 1994, salah satunya adalah sutradaranya yakni Pidi Baiq (diperankan oleh Jason Ranti) yang dalam usahanya bersama teman-temannya mendirikan sebuah negara yang disebut Negara Kesatuan Republik The Panasdalam, yang luas negaranya hanya sebatas studio di kampusnya.  THE PANASDALAM sebenarnya adalah singkatan dari: THE-...

AMBU - KISAH IBU TAK LEKANG OLEH WAKTU

Gambar
Salam Budaya! Film bertema Ibu berseliweran setiap hari. Banyak sekali yang selalu ingin menampilkan sosok ibu yang perkasa kuat dan juga hebat dan kadang menjadi super hero bagi lingkungan di sekitarnya. Tapi pernahkah kita pahami kelemahannya? Bagaimana seorang Ibu terkait dengan dilema yang menyentuh kekurangannya sebagai seorang manusia biasa? Pertama kali Saya melihat poster "Ibu" terlihat si cantik Laudya Bella bersanding dengan Maestro Widyawati, terbayang di pikiran Saya akan terlibat sebuah perseteruan bak sinetron seperti biasanya. Ternyata Saya salah. Tersebutlah si cantik Laudy Cynthia Bella (sumpah perempuan ini memang cantik) diceritakan sebagai seorang ibu muda bernama Fatma yang harus merelakan semua harta dan kehidupannya dan mengajak putri semata wayangnya, Nona (diperankan oleh Lutesha) untuk mudik dan tinggal bareng bersama neneknya bernama Misnah (diperankan oleh Widyawati) yang selama ini tak pernah diceritakan karena sejak muda Fatma ...