Hikayat Tarot Darma - Santet
Siang itu henponku berbunyi. Dari ujung sana terdengar suara seorang Ibu bernada penuh dengan kebimbangan, "Ah. Seandainya, Mas Dedy tidak repot. Malam ini bisa mampir ke rumah, nggak? Kami ada urusan penting yang harus dibicarakan, dengan rahasia dan secepatnya." Aku mendehem dan berusaha menenangkannya dengan beberapa kalimat. Ibu itu masih terdengar gelisah. "Saya, eh kami tidak mau menjadikan ini sebagai bahan obrolan umum. Ini masalah keluarga, mas Dedy". Aku mengulang 'Saya Mengerti' keenam kalinya dan Ibu itu mulai tenang dengan menyebutkan jam delapan serta alamat lengkapnya sebelum memutuskan pembicaraan. Pertanda aku memang harus siap di sana beberapa menit sebelumnya. Aku melempar henpon dan berpikir sejenak lalu mencoba tidur. Posisi seorang klien Tarot hampir selalu begitu. Mereka adalah pihak yang bermasalah dan selalu berusaha menekankan kalau masalahnya memang adalah sesuatu yang benar - benar dirahasiakan. Ya, tentu saja. ...