Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ayah

Peran Komunikasi Keluarga Hadapi Revolusi Industri

Gambar
Salam Budaya! Kami sekeluarga lengkap bertujuh. Ada Bapak, Ibu, Mas Anto, Mas Rudi, Mbak Ana, Saya dan Rista. Seutuhnya sih berdelapan tapi putri pertama dari keluarga kami sudah berpulang.  Entah menjadi kewajiban keluaraga atau ini terjadi di semua keluarga, Kami selalu mengadakan yang namanya Toto Dhahar (selanjutnya disebut TD). (Arti sebenarnya adalah Menata Makan atau sebut saja Makan Malam) karena TD dilakukan pas jam 8 malam. Jujur, Saya sampai sekarang merasa apakah memang ini berbeda atau memang karena Bapak sangat Ningrat (keturunan raden banget). Karena TD ini begitu ketat dan jangan sampai salah satu anggota tidak turun (istilah ini muncul karena semua kamar kami ada di lantai 2 dan ruang makan ada di tengah - tengah ruangan rumah). Bapak bisa duka (ngamuk/marah) bila ada yang terlambat atau melakukan sesuatu yang tidak pada tempatnya itu. Apa saja itu? Tidak berpakaian dengan benar, bercanda di saat sudah duduk, berbicara di saat mengunyah atau tid...

Konser Doakan Ayah - Merajut Tali Kasih Ayah dan Anak Lewat Musik

Gambar
Salam Budaya! Suatu hari Saya teringat Bapak. Di suatu tempat. Gara - gara ada Seorang Bapak, sepuh, berumur sekitar 70 tahunan berjalan tertatih - tatih dengan celana panjang yang tak proporsional sedikit terangkat di bagian perut. Rambutnya memutih. Wajahnya tak berekspresi. Saya jadi kangen. Mungkin Bapak kalau seandainya beliau masih hidup. Mestinya akan berpenampilan seperti Bapak tadi. Ah. Seandainya saja. Tulisan ini dibuat tanpa nyinyir, ya. Tapi paling tidak mencoba memahami dan mengingatkan. Bersyukurlah kalian, apapun yang terjadi, bila masih memiliki atau punya Bapak atau Ayah. Ini beneran lho. (Kali ini kita tidak sedang membahas Ibu ya, jangan baper para Ibu). Posisi Ayah juga tak tergantikan. Beliau adalah penegas pertama dalam hidup kita. Beliau adalah apa yang kita pandang sebagai yang mengajarkan beberapa prinsip kehidupan. Landasan peraturan yang beliau tetapkan akan kita ajarkan terus menerus ke anak cucu kita. Mungkin seperti itulah rasa...